Berdasarkan buku panduan “Etika Pariwara Indonesia, Amandemen 2020” yang menjadi acuan konten periklanan bagi masyarakat, Bahwa setiap m...
Etika Dalam Periklanan
Berdasarkan buku panduan “Etika Pariwara Indonesia, Amandemen 2020” yang
menjadi acuan konten periklanan bagi masyarakat, Bahwa setiap mahasiswa
dituntut untuk mengulas kasus promosi yang dimana salah satu poin etika industri
periklanan dilanggar. Ragam iklan Obat-obatan menjadi pilihan untuk materi
ulasan etika dalam industri periklanan saya kali ini.
Berikut adalah etika dalam iklan Obat-obatan dalam industri
periklanan;
Iklan
tidak boleh menjanjikan kemampuan untuk menyembuhkan penyakit.
Iklan tidak boleh secara
langsung maupun tersamar, menganjurkan penggunaan obat yang tidak sesuai dengan
izin indikasinya.
Iklan tidak boleh menganjurkan
pemakaian suatu obat secara berlebihan.
Iklan tidak boleh menggunakan
kata, ungkapan, penggambaran, atau pencitraan yang menjanjikan penyembuhan,
melainkan hanya untuk membantu menghilangkan gejala dari sesuatu penyakit.
Iklan tidak boleh menggambarkan
atau menimbulkan kesan adanya anjuran, rekomendasi, atau keterangan tentang
penggunaan obat tertentu dari dokter, perawat, farmasis, laboratoris, dan
pihak-pihak yang mewakili profesi kesehatan, beserta segala atribut mereka,
ataupun atributatribut lain yang berkonotasi pada profesi kesehatan.
Iklan tidak boleh menganjurkan
bahwa suatu obat merupakan syarat mutlak untuk mempertahankan kesehatan tubuh.
Iklan tidak boleh memanipulasi
atau mengekspolitasi rasa takut orang terhadap sesuatu penyakit jika tidak
menggunakan obat tertentu.
Iklan tidak boleh menggunakan
kata-kata yang berlebihan seperti “aman”, “tidak berbahaya”, “bebas efek
samping”, “bebas risiko”, atau ungkapan lain yang bermakna sama.
Iklan tidak boleh menawarkan
diagnosa pengobatan atau perawatan tanpa melalui pemeriksaan fisik.
Iklan tidak boleh menawarkan
jaminan pengembalian uang (warranty).
Iklan tidak boleh memberikan
kesan diperolehnya efek langsung obat.
Sumber; https://p3i-pusat.com/wp-content/uploads/2020/06/Etika-Pariwara-Indonesia-Amandemen-2020-F.pdf
Contoh iklan tentang kosmetika dan perawatan tubuh yang melanggar
etika dalam beriklan;
Iklan Oskadon
SP tahun 2014, dengan ini saya dapat katakan melanggar etika
dalam industri periklanan karena berdasarkan yang tertera dalam acuan beriklan
dalam buku ” Etika Pariwara Indonesia, Amandemen 2020 “ Bab 3 bagian 2.3
point 2.3.11 Iklan
tidak boleh memberikan kesan diperolehnya efek langsung obat.
Dilihat dari iklan tersebut, iklan Oskadon SP ini
memberikan visual yang secara jelas bahwa menggunakan obat sakit kepala Oskadon
SP dapat menghilangkan sakit kepala secepat kilat dan memiliki efek
yang sangat cepat bagi penderita sakit kepala.
Manfaat terbesar dan yang paling sering kita dengar dari minyak kayu putih ialah manfaat yang bisa memberikan sensasi hangat, terutama b...
Media Berita Digital
Manfaat terbesar dan yang paling sering kita dengar dari minyak kayu putih ialah manfaat yang bisa memberikan sensasi hangat, terutama bagi yang merasa kedinginan atau tanda-tanda masuk angin. Minyak angin ini juga dapat melegakan pernapasan yang dimana lebih mudah pengunaannya bila media minyak kayu putih tipe roll on.
Berita ini diunggah oleh
https://www.msn.com/id-id/kesehatan/health/minyak-kayu-putih-bisa-memberi-sensasi-hangat-simak-sederet-manfaat-lainnya/ar-BBZ2UPF?li=BBSuBOA
Belum banyak orang yang menyukai wangi dari minyak kayu putih, dan juga penggunaan medianya yang sulit. Sehingga berita ini relevan dengan produk kelompok saya karena penggunaan aroma terapi yang lebih akan membantu seseorang untuk menyukai minyak tersebut ditambah pemilihan aroma terapi yang cocok untuk para konsumen itu sendiri.
Berita ini diunggah oleh
https://mojok.co/terminal/ternyata-tidak-semua-orang-suka-dengan-aroma-minyak-kayu-putih/
Dari sekian banyak jenis aroma terapi yang ada, hanya beberapa aroma terapi yang bermanfaat untuk meredakan sakit kepala, yaitu aroma peppermint, lavender dan oregano. Maka disarankan bagi konsumen untuk menggunakan aromaterapi yang beraromakan diantara 3 tadi bila sakit kepala. Berita ini diunggah oleh
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181226125239-262-356426/3-keharuman-aromaterapi-yang-bantu-redakan-sakit-kepala
Produk ini hampir menyerupai produk kelompok saya. Begitu juga relevan karena penggunaan minyak kayu putih atau aroma terapi yang menggunakan media roll on. Media roll on sangat mudah digunakan dan praktis untuk dibawa kemana saja. Terutama bagi yang suka berpergian.
Berita ini diunggah oleh
http://blog.alfacart.com/plossa-minyak-angin-aromatherapy-inhaler-roll-on-jadi-satu-paket-komplet/
Berdasarkan berita ini, dianggap relevan dengan produk freshcare kelompok saya karena penggunaan aroma terapi menjadi salahsatu rutinitas seseorang dan juga menggunakan aroma terapi ini mempunyai banyak manfaat antaral lain mengatasi hidung tersumbat, mengurangi rasa gatal, menghangatkan tubuh, dan lainlain.
Berita ini diunggah oleh
https://www.popmama.com/life/health/fx-dimas-prasetyo/manfaat-minyak-kayu-putih-untuk-kesehatan
“Bila ingin beriklan dengan target ibu/bapak Anda sendiri, media apa saja yamg dapat Anda gunakan? Perbedaan pilihan media apa yang terjadi...
Advertising Media
“Bila ingin beriklan dengan target ibu/bapak Anda sendiri, media apa saja yamg dapat Anda gunakan? Perbedaan pilihan media apa yang terjadi diantara produk mahal dan murah? Beri contoh kasus.”
Jawaban :
Dari pertanyaan diatas, saya memilih bapak saya sebagai narasumber atau target beriklan saya, Bapak saya yang pekerjaannya sebagai Wiraswasta atau pedagang tentu telah mengikuti perkembangan zaman seperti penggunaaan Smartphone, saya menanyakan beberapa pertanyaan untuk bapak saya seperti “Biasanya kalo ngeliat iklan gitu, bapak lebih merasa tertarik dengan media yang seperti apa?”. Setelah menanyakan pertanyaan tersebut, beliau yang saat ini duduk di usia 50 tahun merasa lebih tertarik dengan adanya media iklan di Social Media, mengapa? Karena beliau menjelaskan tentang kesehariannya yang selalu stand by dengan Smartphone, beliau tidak jauh dari social media seperti Facebook dan Instagram, dan beliau mengaku sering menemui iklan-iklan yang sangat menarik dan membawa pengaruh persuasive sehingga membuat beliau ingin mencoba produk yang ditawarkan dari iklan-iklan tersebut, berbeda dengan iklan-iklan tradisional yang sering ditemukan pada media-media cetak seperti di majalah, koran, spanduk di jalanan yang cenderung biasa saja dan begitu-begitu saja dengan memperhatikan aspek visual beliau merasa kurang efektif dan masih kurang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan penjabaran diatas saya dapat menyimpulkan bahwa media yang sekiranya bisa saya gunakan dan saya kembangkan untuk beriklan dengan target bapak saya sendiri adalah dengan menggunakan media Digital atau yang biasanya bisa kita temui di Smartphone kita masing-masing yang dimana sangat mudah untuk diakses oleh orang-orang serta banyak visual yang bisa dikembangkan untuk dapat memberi ajakan untuk Calon konsumen atau target pasar saya.
Adapun perbedaan media antara produk mahal dan murah, mengapa demikian? Karena menurut saya, produk yang memiliki nilai yang tinggi tentunya memiliki dana yang cukup untuk membuat iklan dengan beberapa media yang tentunya didukung dengan visual-visual yang lebih baik dari tahun ke tahun. Berbeda dengan produk murah yang dimana tidak menutup kemungkinan juga untuk beriklan dengan media-media yang saat ini sedang naik daun, namun tentu dengan keterbatasan yang dimiliki produk murah, mereka terkadang cenderung begitu-begitu saja dan masih berfokus dengan media iklan tradisional yang sebenarnya saat ini kurang diminati oleh orang-orang yang hari-harinya tidak bisa terlepas dari Smartphone dan Social Media yang saat ini makin variatif serta menjadi tempat untuk orang-orang memulai bisnis digital.
Seberapa penting membeli snack atau soft drink (bukan makan) bagi anda? adakah 'jatah' uang jajan (ya/tidak)? mengapa? Jawaban ...
#1 Buying Decisions - Marketing and Consumer Behaviour
Seberapa penting membeli snack atau soft drink (bukan makan) bagi anda? adakah 'jatah' uang jajan (ya/tidak)? mengapa?
Jawaban :
Menurut saya, kegiatan membeli sebuah snack atau makanan ringan atau soft drink tergantung situasi dan kondisi kita, contohnya seperti jika kita sedang berkumpul bersama teman-teman tentunya kita butuh sesuatu agar tidak membuat perkumpulan terasa bisa-biasa saja, oleh karena itu perlunya makanan ringan atau snack dan soft drink diperlukan ketika sedang dalam keadaan seperti diatas, adapun beberapa kegiatan ketika kita sedang sendiri ataupun tak ada sesuatu yang dilakukan, saya rasa tidak terlalu perlu untuk mengeluarkan uang untuk membeli snack atau soft drink, karena ya kembali lagi kepada diri sendiri bagaimana kita mengelola keuangan dan kebutuhan, terlebih lagi dengan keadaan saya sebagai mahasiswa DKV yang dimana keperluan dan peralatan seperti; printing, alat tulis, dan alar gambar, dan beberapa hal lain yang tentunya perlu diperhatikan. selain itu, saya kebetulan tidak terlalu menyukai snack atau makanan ringan, oleh karena itu dalam pengambilan keputusan untuk membeli snack atau soft drink saya merasa kurang penting sebagai mahasiswa, karena sebagai mahasiswa rantau saya harus lebih bijak dalam pengelolaan uang serta dalam beberapa snack dan soft drink terlalu banyak penyedap rasa dan gula dimana dapat mengganggu kesehatan jika dibeli secara berkala atau rutin.
Kemudian, perihal uang jatah saya tidak punya. karena kembali lagi pada statement awal saya, dalam membeli snack atau soft drink saya tidak menentu dan hanya dalam beberapa situasi dan kondisi terlebih lagi saya adalah mahasiswa rantau dimana uang telah diatur dan telah ditentukan dan dikembalikan kepada saya yang bagaimana mengelola keuangan.
Syahrul Ramadhan Mappe
Syahrul Ramadhan Mappe
Syahrul Ramadhan Mappe
Syahrul Ramadhan Mappe
Syahrul Ramadhan Mappe
Subscribe to:
Posts (Atom)












Check Me!
Tak kenal maka Tak sayang, Jadi jangan lupa sempetin berkunjung ke Platform lain-ku ya.